Minggu, 20 November 2011
Rabu, 19 Oktober 2011
Senin, 17 Oktober 2011
Olahan Jamur Tiram
Bahan:
300 g jamur tiram, bersihkan
200 g jamur kancing segar, iris tipis
225 g tepung beras
50 ml air
500 ml minyak goreng
Bumbu Halus:
6 siung bawang putih
1 sdm ketumbar
1 sdt garam
Cara Membuat Keripik Jamur Tiram:
Campur bumbu halus dengan air, aduk rata, campur dengan jamur, ratakan, diamkan lebih kurang 20 menit sampai bumbu meresap.
Tiriskan jamur berbumbu sambil agak diperas agar tidak terlalu basah.
Lumuri jamur dengan tepung beras sampai rata, goreng sedikit-sedikit sampai matang dan kering.
Untuk 4 porsi
TIP
Sebelum disimpan dalam stoples, sebaiknya jamur yang telah matang didinginkan dahulu. Bila kurang kering, panggang dalam oven dengan api kecil sampai kering.
Tidak hanya jamur yang dapat dibuat keripik berlapis tepung beras seperti di atas, wortel iris tipis, bayam atau daun katuk dapat pula digunakan untuk variasi bahan pembuatan keripik sayur.
Bahan:
- 250 gram udang, haluskan
- 100 gram ikan tenggiri, haluskan
- 1/2 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh lada bubuk
- 120 gram jamur kancing, belah dua
- 4 siung bawang putih, haluskan
- 1 buah bawang bombai, haluskan
- 3cm jahe, memarkan
- 2 sendok makan terigu
- 800 cc air + 1 sendok teh kaldu ikan bubuk
- 2 sendok teh garam
- 2 batang daun bawang, iris halus
- 1/2 sendok teh lada bubuk
- 1/2 sendok teh pala bubuk
- 100cc krim untuk masak
- 2 sendok makan mentega untuk mentumisCara membuat:
a. uleni udang dan ikan, Beri garam, lada bubuk, Aduk rata, bentuk bola-bola. Rebus dalam air kaldu ikan. Angkat, saring air kaldu.
b. Tumis bawang putih, bawang bombay dan jahe hingga harum. Masukkan terigu, aduk-aduk. Tuang air kaldu, aduk rata.
c. Masukkan bola-bola, jamur, garam, lada, pala. Masak sambil diaduk-aduk.
d. Tambahkan daun bawang dan krim. Aduk-aduk, masak hingga mendidih.
e. Hidangkan.
Untuk 6 porsi
olahan Jamur Tiram
Bahan :
100 gram jamur tiram, potong-potong
200 gram tahu sutera, potong kotak, goreng
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
2 buah cabai merah besar, buang biji, potong serong
2 buah cabai hijau besar, buang biji, potong serong
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh gula pasir
150 ml air 1 sendok makan minyak untuk menumis
bumbu halus:
3 siung bawang putih
1/2 sendok teh merica
2 butir kemiri, sangrai
1 sendok teh ebi, sangrai
CARA MEMBUAT :
Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, cabai merah besar, dan cabai hijau besar sampai harum.
Masukkan jamur tiram. Aduk rata. Tambahkan tahu. Aduk rata.
Masukkan air, garam, dan gula pasir. Masak sampai matang.
100 gram jamur tiram, potong-potong
200 gram tahu sutera, potong kotak, goreng
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
2 buah cabai merah besar, buang biji, potong serong
2 buah cabai hijau besar, buang biji, potong serong
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh gula pasir
150 ml air 1 sendok makan minyak untuk menumis
bumbu halus:
3 siung bawang putih
1/2 sendok teh merica
2 butir kemiri, sangrai
1 sendok teh ebi, sangrai
CARA MEMBUAT :
Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, cabai merah besar, dan cabai hijau besar sampai harum.
Masukkan jamur tiram. Aduk rata. Tambahkan tahu. Aduk rata.
Masukkan air, garam, dan gula pasir. Masak sampai matang.
Usaha Jamur Yang Menggiurkan
Kini cara budidaya jamur tiram, harga jual yang stabil serta permintaan yang terus meningkat menjadi salah satu faktor banyaknya bermunculan petani jamur tiram. Penampilannya yang putih bersih dan menarik menjadi daya tarik tersendiri. Rasanya juga sangat enak, hampir seperti daging ayam sehingga dapat dijadikan sebagai pengganti daging untuk kalangan vegetarian. Mengkonsumsi jamur tiram secara rutin dapat menghancurkan sel kanker. Jamur tiram juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga banyak dicari orang.
Memang benar begitulah adanya, banyak pembudidaya jamur tiram di daerah tertentu yang omsetnya bisa mencapai puluhan juta. Hanya beberapa bulan sudah bisa balik modal.
Awal mula Rusmawati memulai usaha budidaya jamur tiram ini disebabkan hanya isenmg-iseng saja untuk menambah uang belanjar dapur dan juga karena dia sangat suka mengkonsumsi jamur tiram tersebut. Kemudian dia melakukan survei ke salah satu pembudidaya jamur tiram di daerahnya untuk mempelajari bagaimana cara membudidayakan jamur tiram tersebut.
Tidak hanya berhenti sampai disitu mencari informasi melalui internet tentang cara budi daya jamur khususnya jamur tiram tersebut, Rusmawati juga melakukan survei ke pembudidaya jamur tiram yang skala produksinya lebih besar. Di tempat itulah dia membeli baglog yang sudah terdapat bibit jamur tinggal menunggu beberapa minggu sudah bias memanen hasilnya. Setelah beberapa lama iapun mengupayakan mengembangkan usahanya dengan membuat baglog sendiri karena dengan membuat baglog/media tanam sendiri hasil/untung yang didapat lebih banyak.
Cerahnya prospek usaha budidaya jamur ini ternyata menciptakan peluang usaha bagi banyak orang. Sebutlah Rosmawati, disela-sela kesibukannya sebagai guru SMP di kecamatan Raman Utara kabupaten Lampung timur, dia masih menyempatkan waktunya untuk membudidayakan jamur tiram ini.
Walaupun usahanya masih dalam skala kecil, namun sudah dapat memberikan tambahan penghasilan buatnya. “Budidaya jamur tiram tergantung modal, bisa dibuat kecil juga bisa dibuat besar, tergantung skala produksinya, ” ungkapnya.Memang benar begitulah adanya, banyak pembudidaya jamur tiram di daerah tertentu yang omsetnya bisa mencapai puluhan juta. Hanya beberapa bulan sudah bisa balik modal.
Awal mula Rusmawati memulai usaha budidaya jamur tiram ini disebabkan hanya isenmg-iseng saja untuk menambah uang belanjar dapur dan juga karena dia sangat suka mengkonsumsi jamur tiram tersebut. Kemudian dia melakukan survei ke salah satu pembudidaya jamur tiram di daerahnya untuk mempelajari bagaimana cara membudidayakan jamur tiram tersebut.
Tidak hanya berhenti sampai disitu mencari informasi melalui internet tentang cara budi daya jamur khususnya jamur tiram tersebut, Rusmawati juga melakukan survei ke pembudidaya jamur tiram yang skala produksinya lebih besar. Di tempat itulah dia membeli baglog yang sudah terdapat bibit jamur tinggal menunggu beberapa minggu sudah bias memanen hasilnya. Setelah beberapa lama iapun mengupayakan mengembangkan usahanya dengan membuat baglog sendiri karena dengan membuat baglog/media tanam sendiri hasil/untung yang didapat lebih banyak.
Langganan:
Postingan (Atom)